Fenomena Langka

Gerhana Bulan Total terjadi hanya saat Bulan purnama masuk sepenuhnya ke dalam bayangan inti Bumi (umbra). Warna merah muncul karena atmosfer Bumi menyaring cahaya Matahari dan hanya membiaskan cahaya merah ke permukaan Bulan.

Fenomena ini serupa dengan momen Matahari terbit dan terbenam yang tampak kemerahan. Menurut NASA, saat gerhana total berlangsung, seolah-olah seluruh Matahari terbit dan terbenam di dunia diproyeksikan ke wajah Bulan.

Peristiwa ini tak sering terjadi. Setelah 2025, masyarakat Indonesia baru bisa kembali menyaksikan Gerhana Bulan Total berikutnya pada tahun 2033.