JAKARTA – Pernah menemukan memar muncul tiba-tiba padahal tidak merasa terbentur? Kondisi ini cukup umum terjadi, terutama pada orang dewasa hingga lanjut usia.

Memar umumnya terjadi akibat pecahnya pembuluh darah kecil (kapiler) di bawah kulit setelah benturan. Darah yang merembes menyebabkan bercak merah atau ungu di kulit, lalu perlahan hilang saat tubuh menyerap kembali darah tersebut.

Namun, jika memar muncul tanpa sebab yang jelas, ada beberapa kemungkinan penyebab yang perlu diwaspadai.

1. Konsumsi obat-obatan dan suplemen

Beberapa obat seperti antikoagulan, kortikosteroid, serta obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) dapat mengurangi kemampuan darah membeku. Akibatnya, darah lebih mudah bocor ke jaringan bawah kulit dan menimbulkan memar. Jika sering memar saat mengonsumsi obat tertentu, sebaiknya konsultasikan ke dokter.

2. Gangguan pembekuan darah

Memar berlebihan bisa jadi tanda adanya kelainan darah, misalnya:

  • Hemofilia: kondisi genetik langka akibat kekurangan faktor pembekuan VIII atau IX.

  • Trombositopenia: jumlah trombosit rendah sehingga darah sulit membeku.

  • Defisiensi faktor V: tubuh kekurangan protein pembekuan darah yang penting.

3. Sepsis

Sepsis atau keracunan darah terjadi ketika infeksi memicu penumpukan racun dalam darah. Gejalanya berupa bercak merah kecil mirip tusukan jarum atau bercak ungu yang bisa melebar menjadi memar besar. Sepsis merupakan kondisi darurat medis yang perlu penanganan segera.

4. Kekurangan vitamin

Defisiensi vitamin C atau vitamin K dapat memicu memar tanpa sebab.

  • Vitamin C penting untuk produksi kolagen dan menjaga jaringan tubuh.

  • Vitamin K berperan dalam proses pembekuan darah.

Kekurangan kedua vitamin ini sering dikaitkan dengan pola makan yang buruk.

5. Penyakit hati atau ginjal

Kerusakan hati (misalnya sirosis) bisa menurunkan produksi protein pembekuan darah sehingga tubuh lebih mudah memar. Begitu juga penyakit ginjal yang dapat memengaruhi elastisitas kulit dan fungsi trombosit. Obat-obatan untuk penyakit hati atau ginjal pun dapat menghambat pembekuan darah.