JakartaTurki telah memutuskan untuk menghentikan semua hubungan ekonomi dengan Israel sebagai respon terhadap agresi militer yang berkelanjutan terhadap Palestina sejak Oktober 2023.

Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan, mengumumkan bahwa negara ini akan sepenuhnya memutuskan hubungan komersial dengan Israel, termasuk penutupan wilayah udara bagi pesawat Israel.

“Kami telah sepenuhnya memutuskan perdagangan dengan Israel. Kami tidak akan mengizinkan kapal-kapal Turki masuk ke pelabuhan Israel dan pesawat mereka pun dilarang memasuki wilayah udara kami,” ujar Fidan dalam rapat di parlemen Turki mengenai situasi di Jalur Gaza, yang dilansir oleh Al Jazeera.

Keputusan penutupan wilayah udara ini akan berdampak pada rute penerbangan dan meningkatkan waktu tempuh bagi pesawat-pesawat Israel.

Lebih lanjut, Fidan menegaskan bahwa Israel telah melakukan tindakan genosida di Gaza selama dua tahun terakhir, dengan mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan di hadapan dunia internasional.

Keputusan ini diambil setelah otoritas pelabuhan Turki mulai meminta agen pengiriman untuk memberikan jaminan tertulis bahwa mereka tidak terhubung dengan Israel dan tidak mengangkut bahan berbahaya.

Pemutusan hubungan ekonomi ini bukanlah yang pertama. Pada tahun lalu, Turki juga sudah menghentikan hubungan dagang dengan Israel.

“Turki telah memutuskan hubungan ekonomi dengan Israel sebelumnya dan langkah ini akan terus berlanjut,” kata salah satu pejabat Israel kepada Jerusalem Post.

Turki dikenal sebagai salah satu pendukung kuat kemerdekaan Palestina dan secara aktif mengecam tindakan Israel. Di awal agresi, Presiden Recep Tayyip Erdogan bahkan mengumumkan masa berkabung selama tiga hari sebagai bentuk solidaritas dengan warga Gaza.