“Dulu saya berlangganan Spotify untuk musik, Youtube Premium untuk kerja, dan Vidio untuk menonton pertandingan bola. Sekarang, satu-satunya hiburan yang tersisa hanyalah Youtube Premium seharga Rp77 ribu per bulan,” ujarnya. “Saya harus memangkas pengeluaran di berbagai pos, harus sangat hemat,” tambah Sakti.

Nitha (33), seorang manajer di SCBD, Jakarta Selatan, juga mengalami tekanan finansial. Meski penghasilannya termasuk dalam kategori tinggi, ia memilih untuk mengurangi beberapa pengeluaran dalam beberapa bulan terakhir.

Nitha mulai memasak di rumah dan membawa bekal ke kantor. Dalam hal skincare, dia beralih dari brand internasional ke produk lokal untuk menghemat hingga Rp3 juta per bulan. Ia juga memutuskan untuk membuat kopi sendiri daripada membeli di kafe.

“Semua pengeluaran untuk jajan saya kurangi,” kata Nitha.

Seperti Sakti, Nitha juga menghentikan berbagai langganan hiburan untuk menyiapkan diri menghadapi kemungkinan PHK dan agar tetap memiliki tabungan.

“Saya khawatir dengan kondisi ini, amit-amit jika sampai PHK, saya tidak punya tabungan,” ungkap Nitha.