Berdasarkan penelitian dan catatan sejarah, munculnya gempa kecil dapat menghasilkan dua kemungkinan. Pertama, sebagai fase pelepasan energi yang berlangsung secara bertahap. Kedua, dalam skenario terburuk, ini dapat menjadi precursor bagi gempa besar.
“Berdasarkan kondisi saat ini, kita mendeteksi adanya gempa kecil sekitar enam kilometer dari Ngamprah. Belum ada kepastian apakah ini akan diikuti oleh gempa besar atau hanya gempa kecil yang berhenti. Namun, kita harus tetap waspada terhadap kedua kemungkinan tersebut,” tutup Mudrik.
Beberapa gempa kecil di area Sesar Lembang dan sesar lain yang berdekatan sudah terjadi dalam satu hingga dua pekan terakhir. Gempa kecil pertama terjadi di wilayah Cisarua, Kabupaten Bandung, pada Kamis (14/8) dengan magnitudo 1,8.
Enam hari kemudian, muncul gempa lain dengan pusat di darat, 19 kilometer tenggara Kabupaten Bekasi, yang berkekuatan magnitudo 4,9 pada kedalaman 10 kilometer. Gempa ini diperkirakan berhubungan dengan aktivitas sesar naik busur belakang Jawa Barat.
Setelah itu, dua gempa susulan dengan magnitudo 2,1 dan 2,0 juga tercatat terjadi di Bekasi.
Mengetahui intensitas kejadian ini, beberapa pemerintah daerah mulai mengambil langkah-langkah preventif. Pemerintah Kota Bandung, misalnya, telah menyiapkan enam lokasi pengungsian jika gempa terjadi. Lokasi tersebut adalah Taman Tegalega, Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Gasibu, Alun-Alun Kota Bandung, Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), dan Lapangan Olahraga Arcamanik.



