2. Meminta kepada Polri untuk mengusut tuntas kasus kriminalisasi yang dilakukan pihak PT TPL kepada masyarakat adat

3. Mengajak seluruh masyarakat adat se-tanah batak untuk bergandengan tangan untuk mengusir PT TPL yang telah menjadi benalu dan musuh bagi masyarakat adat

4. Mengajak seluruh lapisan lembaga swadaya masyarakat, organisasi kemasyarakatan, organinsasi ke kristenan, dan seluruh lapisan masyarakat luas untuk mengawal peristiwa ini

5. Mengajak seluruh petinggi agama untuk selalu bersatu pada dalam menyerukan tolak dan tutup TPL

Rijal Bahri Lumban Gaol juga menyampaikan bahwa sangat mengapresiasi pimpinan gereja se-sumatera utara yang telah bersepakat untuk tolak dan tutup TPL serta beberapa lembaga pemerintahan yang telah menyepakati untuk penutupan perusahaan TPL.

“Tetapi saya juga mengajak dan memanggil seluruh kader Gerakan mahasiswa kristen indonesia se-tanah air untuk secara bersama-sama menoleh dan bersuara akan terjadinya peristiwa ini, peristiwa yang memberikan luka dan lara bagi masyarakat adat batak,” katanya.

Menurutnya, kehadiran GMKI dalam peristiwa ini memiliki tugas yang besar sesuai yang telah di amanahkan oleh Visi dan Misi GMKI. Kita, kata dia, sebagai organisasi pergerakan jangan hanya bersuara ketika intoleransi terjadi, melainkan segala peristiwa yang menyakiti rakyat harus kita suarakan. Maka dari itu, ayo kita kawal kasus kriminalisasi ini,” ujarnya.