Jakarta — Pada Jumat (29/8) pukul 12.10 WIB, nilai tukar rupiah tercatat di Rp16.464 per dolar AS, mengalami penurunan sebesar 111,5 poin atau sekitar 0,68 persen. Penurunan ini terjadi di tengah memanasnya demonstrasi di Jakarta.

Rupiah dibuka pada pagi hari di level Rp16.347 per dolar AS, dan selama setengah hari, pergerakannya berkisar antara Rp16.347 hingga Rp16.525 per dolar AS.

Menurut pengamat pasar keuangan, Ibrahim Assuaibi, anjloknya nilai tukar rupiah disebabkan oleh situasi demonstrasi di Jakarta, terutama setelah insiden tragis seorang driver ojek online yang dilindas kendaraan barakuda milik polisi.

“Kemarin malam, terjadi insiden di mana barakuda yang dikemudikan oknum Brimob menabrak dengan sengaja seorang pengojek online. Hal ini membuat pasar, baik rupiah maupun IHSG, menjadi tidak stabil,” ujarnya.

Ibrahim menambahkan bahwa ketegangan di pasar juga dipicu oleh berita mengenai tunjangan rumah anggota DPR yang mencapai Rp50 juta per bulan. “Situasi ini membuat pasar menjadi apatis terhadap politik di Indonesia, yang berkontribusi pada pelemahan rupiah yang cukup tajam,” jelasnya.