JakartaIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan mengalami pelemahan pada hari Senin (25/8).

Menurut William Hartanto, pendiri WH-Project, IHSG kini mendekati level 7.800 dan berpotensi untuk terus melemah. Meskipun demikian, dia menyatakan bahwa koreksi ini bisa dilihat sebagai hal positif dalam rangka penutupan gap, yang memberikan peluang untuk strategi buy on weakness.

William mengingatkan agar investor lebih berhati-hati jika saham-saham utama mengalami tekanan jual dengan diiringi peningkatan volume perdagangan.

“Selama penurunan masih dalam batas penutupan gap, peluang untuk membeli saat harga menurun tetap ada. Namun, jika disertai lonjakan volume jual, itu tandanya IHSG mulai dalam keadaan kurang aman,” ujarnya dalam analisis harian.

Dengan pertimbangan tersebut, William memperkirakan IHSG akan bergerak dalam rentang support di 7.800 dan resistance di 7.900 hari ini. Dia juga merekomendasikan beberapa saham, seperti ASRI, SMRA, DOOH, dan NRCA.

Di sisi lain, Analis Teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memperkirakan IHSG masih memiliki ruang untuk menguat dengan potensi menguji level 8.025 hingga 8.102.

Namun, dia mencatat kemungkinan terjadinya koreksi jangka pendek yang perlu diperhatikan investor, dengan area support di 7.815 hingga 7.831.

“IHSG masih berpeluang untuk menguat, tetapi koreksi jangka pendek tetap mungkin terjadi, sehingga level support dan resistance harus dicermati,” katanya dalam riset hariannya.

Herditya memproyeksikan IHSG akan bergerak di sekitar level support 7.800, 7.680 serta resistance di 8.008, 8.103 pada hari ini. Dia juga merekomendasikan beberapa saham, seperti EXCL, KLBF, NCKL, dan BTPS.

Pada penutupan perdagangan Jumat (22/8), IHSG berada di level 7.858, mengalami penurunan sebesar 31,86 poin atau 0,40 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Berdasarkan data RTI Infokom, total transaksi investor mencapai Rp16,02 triliun dengan 41,66 miliar saham yang diperdagangkan.

Pada akhir pekan lalu, tercatat 361 saham menguat, 275 mengalami koreksi, dan 163 stagnan.