Mereka juga mendorong pihak-pihak terkait, termasuk buzzer dan politikus, untuk kembali kepada nurani, bukannya terjerumus dalam argumen yang keliru atau menyalahkan pihak yang benar.
Di sisi lain, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyerukan penghentian aksi demonstrasi yang bersifat anarkis, yang hanya menghasilkan kerusakan dan kekacauan. MUI mengakui hak masyarakat untuk berdemonstrasi, tetapi menekankan bahwa demonstrasi tidak boleh menimbulkan kerusakan.
"Ketika aksi menjadi merugikan masyarakat, itu sebaiknya dihentikan," ujar Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi MUI, Masduki Baidlowi, dikutip dari Antara.
Masduki juga meminta aparat kepolisian untuk bersikap persuasif dalam menangani situasi ini dan berharap semua pihak tetap tenang.
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, menekankan pentingnya untuk menjaga keadaan tetap aman dan terkendali. Ia memperingatkan bahwa gejolak yang berkepanjangan dapat berdampak pada kehidupan ekonomi masyarakat.
Jusuf Kalla, yang juga Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI), menyampaikan duka cita atas meninggalnya Affan Kurniawan dan mendesak kepolisian untuk menindak tegas anggota yang terlibat dalam insiden tersebut.
Ia juga menekankan agar pejabat dan wakil rakyat lebih bijak dalam bertindak dan berbicara, serta mengingatkan pemerintah untuk bekerja sama menjaga kondisi yang kondusif demi kepentingan bersama.
(kid/kid)