“Gejala terkini menunjukkan adanya gempa-gempa kecil di sekitar kilometer 6, Ngamprah. Sebagai seorang ilmuwan, saya belum bisa memastikan apakah ini akan berpuncak pada gempa besar atau hanya berhenti pada gempa kecil. Namun, kedua kemungkinan tersebut ada. Kita harus siap siaga menghadapi skenario terburuk,” tegas Mudrik
Pekan lalu, wilayah Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, diguncang gempa dangkal berkekuatan M1,8 pada Kamis (14/8). Saat itu, BMKG juga menekankan pentingnya mewaspadai Sesar Lembang.
“Aktivitas gempa di sore hari tersebut menjadi bukti bahwa Sesar Lembang adalah sesar aktif yang perlu diperhatikan,” kata Daryono, Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, dalam keterangannya pada hari itu.
Selain itu, wilayah lain di Jawa Barat juga mengalami guncangan gempa pada Rabu (20/8), ketika gempa berkekuatan M4,9 terjadi di Kabupaten Bekasi pada pukul 19.54 WIB. Pusat gempa berada di darat, 19 kilometer tenggara Kabupaten Bekasi, pada kedalaman 10 kilometer. BMKG merincikan bahwa gempa dangkal ini dipicu oleh aktivitas sesar naik busur belakang Jawa Barat.
Setelah itu, dua gempa susulan terjadi di Bekasi, masing-masing dengan magnitudo 2,1 pada kedalaman 10 kilometer dan magnitudo 2 pada kedalaman 3 kilometer.



