Dari sisi inklusi keuangan, Hery menambahkan bahwa jaringan AgenBRILink yang mencapai 1,2 juta agen kini mampu menjangkau lebih dari 67 ribu desa, dengan total volume transaksi yang mencapai Rp843 triliun pada paruh pertama tahun ini. AgenBRILink telah bertransformasi menjadi penyedia layanan mikro yang tidak hanya memfasilitasi transaksi, tetapi juga merangsang aktivitas ekonomi lokal.

Program Desa BRILiaN dan KlasterkuHidupku juga terus berkembang, dengan 4.625 desa binaan dan 41.217 klaster usaha produktif yang telah dibentuk.

Melalui platform LinkUMKM, BRI berhasil menghubungkan lebih dari 12,9 juta pelaku usaha dengan pasar dan mitra bisnis. Sementara itu, 54 Rumah BUMN yang dikelola oleh BRI telah mengadakan lebih dari 16 ribu pelatihan untuk meningkatkan kapasitas UMKM.

“Kami berkomitmen agar UMKM tidak hanya bertahan tetapi juga naik kelas melalui dukungan yang menyeluruh, mulai dari akses modal hingga digitalisasi. Dengan strategi terintegrasi, BRI optimis akan terus menjadi mitra utama UMKM di seluruh Indonesia, memperluas inklusi keuangan, dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan,” tutup Hery.