2. Membantu menstabilkan gula darah

Tomat memiliki indeks glikemik rendah sehingga tidak memicu lonjakan gula darah secara drastis. Kandungan seratnya juga membantu mengatur kadar glukosa sekaligus menjaga kesehatan pencernaan.

Selain itu, senyawa naringenin dalam tomat memiliki potensi anti-diabetes, meski penelitian lebih lanjut masih dibutuhkan untuk membuktikan efek ini pada manusia.

3. Baik untuk kulit, rambut, dan kuku

Tomat mengandung asam klorogenat yang dapat merangsang produksi kolagen, protein penting yang menjaga elastisitas kulit. Vitamin C dan A dalam tomat membantu mencerahkan kulit, memperkuat rambut, serta kuku.

Kombinasi vitamin C, likopen, dan antioksidan lain juga melindungi kulit dari paparan sinar matahari serta tanda penuaan dini, seperti munculnya garis halus.

4. Meningkatkan kadar antioksidan

Rutin mengonsumsi tomat dapat meningkatkan asupan antioksidan dalam tubuh. Likopen, salah satu antioksidan utama dalam tomat, berperan penting menangkal radikal bebas.

Mengutip Parade, asupan likopen dapat mengurangi risiko penyakit kronis dengan melindungi sel dari kerusakan oksidatif. Bahkan, konsumsi tomat secara teratur berpotensi menurunkan risiko kanker.

5. Menjaga kesehatan mata

Tomat mengandung beta-karoten, lutein, dan zeaxanthin yang bermanfaat bagi kesehatan mata. Nutrisi ini dapat membantu mencegah degenerasi makula akibat usia, kondisi yang bisa merusak retina dan mengganggu penglihatan.