Alexander juga menanggapi pernyataan Wakil Menteri Komdigi Angga Raka Prabowo tentang disinformasi, fitnah, dan kebencian (DFK), yang sebelumnya dilontarkan sebagai imbauan agar pengguna media sosial lebih bijak. “Kami memang mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan disinformasi dan hoaks. Pemerintah berharap semua pihak dapat menjalankan proses demokrasi dengan tertib dan menjaga situasi tetap kondusif, baik di ruang digital maupun fisik,” tambahnya.

Sebelumnya, Angga Raka Prabowo menyampaikan bahwa pihaknya berencana memanggil platform TikTok dan Meta terkait konten provokatif yang beredar. “Saya sudah menghubungi Head TikTok Asia Pasifik, Helena, untuk datang ke Jakarta. Kami akan berdiskusi tentang fenomena ini. Kami juga sudah berkomunikasi dengan TikTok Indonesia dan Meta Indonesia,” ujar Angga di Jakarta, Selasa (26/8).

Pernyataan ini keluar sehari setelah aksi demonstrasi di depan Gedung DPR, Jakarta. Angga Raka menekankan bahwa konten DFK yang beredar di platform digital dapat merusak fondasi demokrasi. “Fenomena DFK ini akhirnya dapat mengaburkan aspirasi masyarakat yang ingin disampaikan, karena gerakan tersebut bisa dipengaruhi oleh konten yang merugikan,” ungkapnya.