Dalam acara Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2023 bertajuk Seminar Utama: Investor sebagai Pemenang di Tahun Politik pada Oktober 2023 lalu, investor senior Lo Kheng Hong menyebut BCA sebagai wonderful company. Alasannya, selama 23 tahun terakhir, saham BBCA terus mencatat kenaikan.

Kinerja dan Proyeksi Harga Saham

BCA membukukan laba bersih Rp 14,9 triliun pada kuartal II-2025 atau tumbuh 6% secara tahunan (yoy) dan 5% secara kuartalan (qoq). Secara kumulatif, laba bersih semester I-2025 mencapai Rp 29 triliun, tumbuh 8% dibandingkan tahun lalu. Realisasi tersebut sejalan dengan ekspektasi konsensus, yakni sekitar 50% dari estimasi laba 2025.

Stockbit Sekuritas mencatat, kinerja BCA pada 2Q25 dan 1H25 relatif stabil dibandingkan 1Q25, dengan fokus pada kualitas kredit.

Sementara itu, Mandiri Sekuritas menilai pertumbuhan laba BBCA sebesar 8% yoy pada semester I-2025 disertai return on equity (ROE) stabil di 23%. Manajemen BCA juga menyesuaikan proyeksi biaya kredit menjadi 0,3%–0,5% (sebelumnya 0,3%) sebagai langkah antisipasi.

“Momentum pertumbuhan kredit tetap solid seiring upaya bank mencapai komposisi aset optimal, sementara rasio NPL dan tren LAR terus membaik meskipun ada volatilitas makro,” tulis Mandiri Sekuritas dalam Investor Digest, Kamis (31/7/2025).