Setiap malam, Bumi menciptakan bayangan berbentuk kerucut di angkasa, di mana sinar matahari tidak dapat memantul dari satelit atau puing-puing. Hal ini menghasilkan zona pencarian ‘bersih’ yang ideal, dengan basis bayangan yang membentang sekitar 8-9 derajat untuk objek di orbit geosinkron, yang terletak sekitar 35.700 kilometer di atas permukaan Bumi.
Mayoritas satelit manusia tidakmemiliki sumber cahaya optik, kecuali dalam kasus-kasus tertentu seperti laser komunikasi atau pendorong pesawat ruang angkasa. Oleh karena itu, kilatan atau garis terang yang terdeteksi dalam bayangan Bumi bisa jadi menandakan sesuatu yang lebih menarik.
Para peneliti menganalisis lebih dari 200.000 foto dari Zwicky Transient Facility (ZTF), sebuah teleskop yang terletak di California, AS, yang secara sistematis menyurvei langit untuk menemukan objek-objek yang berubah. Fokus mereka adalah pada foto-foto yang diambil dalam bayangan Bumi.
Sistem pencarian otomatis bernama NEOrion berhasil menemukan ribuan kandidat, termasuk objek-objek misterius yang melesat dan kilatan cahaya. Sebagian besar dari objek ini ternyata adalah meteor, pesawat terbang, atau asteroid yang sudah diketahui.
Akan tetapi, ada satu kasus menarik terkait objek yang tidak terdaftar, yang bergerak jauh lebih cepat daripada asteroid biasa dan tidak ada dalam database objek ruang angkasa yang ada. Sayangnya, tim tidak bisa mengkonfirmasi objek ini, sehingga tetap menjadi misteri.



