Jakarta — Abu Obeida, juru bicara Brigade Al-Qassam, sayap militer Hamas, menyatakan bahwa rencana Israel untuk menduduki Gaza akan menjadi “bencana bagi kepemimpinan politik dan militer Israel.” Ia menambahkan, “Langkah ini akan meningkatkan kemungkinan penangkapan tentara baru. Para pejuang kami dalam keadaan siap dan memiliki moral yang tinggi.”
Mengenai para tawanan Israel yang saat ini ditahan di Gaza, Abu Obeida mengatakan mereka akan dijaga “sebisa mungkin.” Ia menegaskan, “Mereka akan bersama para pejuang kami dalam kondisi yang sama, menghadapi risiko dan bahaya. Kami akan mengumumkan setiap tawanan yang tewas akibat tindakan agresi, lengkap dengan nama, foto, dan bukti kematian.”
Pasukan Israel telah melancarkan serangan di lingkungan Sabra, di selatan Kota Gaza, serta menyerang area Abu Iskandar melalui penembakan artileri.
Pada hari Jumat (29/8), tentara Israel mengumumkan bahwa mereka telah memulai “tahap awal” dari rencana untuk mengambil alih Kota Gaza, mendeklarasikan pusat kota terpadat di wilayah yang terkepung itu sebagai “zona tempur.”
Satu tentara Israel dilaporkan tewas dan setidaknya 11 lainnya terluka parah dalam bentrokan dengan pejuang Palestina di Kota Gaza, menurut laporan media Israel.
Pasukan Israel juga menyatakan sedang mencari empat tentara yang hilang. Laporan menyebutkan bahwa pasukan Israel disergap oleh pejuang Hamas di lingkungan Zeitoun di Kota Gaza.
Helikopter pun dikerahkan oleh tentara Israel untuk mengevakuasi prajurit yang terjebak dalam situasi berbahaya. Kematian terbaru ini menjadikan total prajurit Israel yang tewas di Gaza sejak awal perang mencapai 455.



