Menurut Erdogan, berkat perangkat lunak tersebut, ratusan sistem pertahanan udara Turki akan dapat beroperasi sebagai satu kesatuan, seperti yang dilaporkan oleh Anadolu Agency.

Pada bulan Agustus lalu, Turki meluncurkan rencana untuk membangun sistem pertahanan udara berlapis guna melindungi wilayahnya. Steel Dome dirancang untuk bersaing dengan Iron Dome milik Israel.

Kondisi geopolitik yang semakin meningkat di Timur Tengah telah membuat Turki merasa terancam, mendorong keputusan untuk menciptakan sistem pertahanan udara canggih yang baru.