“Faktor-faktor ini berkontribusi pada meningkatnya curah hujan meskipun banyak wilayah masih dalam musim kemarau,” jelas BMKG.
Selama pekan ini, sejumlah lokasi di Indonesia diperkirakan akan mengalami pembentukan awan hujan yang signifikan. Di tingkat global, indeks Dipole Mode tercatat di angka -0,91, yang menunjukkan adanya aliran udara dari Samudra Hindia bagian timur Afrika menuju Indonesia, terutama bagian barat.
Selain itu, fenomena MJO yang saat ini berada dalam fase 3 diprediksi akan menguat dan bergerak ke fase 4, memasuki wilayah Indonesia.
Secara regional, kondisi ini diperkuat oleh gelombang tropis aktif, seperti Gelombang Kelvin dan Mixed Rossby-Gravity, yang terpantau di Sumatra, Kalimantan timur, Sulawesi, Maluku, dan sebagian Papua. Gelombang berfrekuensi rendah juga aktif di Lampung, sebagian Jawa dan Kalimantan, serta wilayah timur Indonesia, mendukung pembentukan awan hujan.
Lebih lanjut, adanya sirkulasi siklonik di Samudra Pasifik utara Papua Barat memperlambat angin dari daerah tersebut hingga ke timur Filipina, menambah potensi hujan.
BMKG juga mencatat adanya daerah konvergensi yang terpantau memanjang dari pesisir barat daya Bengkulu menuju Sumatra Selatan, dari pesisir selatan Jawa Timur ke Jawa Barat, hingga dari Selat Makassar selatan menuju Kalimantan Selatan, serta beberapa area di Sulawesi dan Laut Halmahera.



