Jakarta — Keterbatasan uang jajan sering kali menghalangi anak SMA dan mahasiswa untuk mewujudkan keinginan mereka dalam membeli barang-barang. Terkadang, uang yang mereka miliki sudah habis hanya untuk jajan di kantin atau nongkrong di warung kopi.
Para perencana keuangan sepakat bahwa penting bagi anak SMA dan mahasiswa untuk belajar mengelola keuangan mereka. Ini termasuk memisahkan tabungan dari konsumsi, serta mencoba berinvestasi.
Bagi para siswa dan mahasiswa yang ingin mengembangkan uang jajan mereka, berikut beberapa tips yang dirangkum dari pendapat ahlinya:
Pisahkan Uang Jajan
Andy Tri Nugroho, perencana keuangan dari Mitra Rencana Edukasi (MRE), menjelaskan bahwa langkah pertama untuk anak SMA dan mahasiswa adalah memisahkan uang jajan. Setelah menerima uang dari orang tua, sebaiknya mereka menata dan mengelompokkan uang tersebut. Ada baiknya memisahkan uang yang akan digunakan untuk jajan dan yang akan ditabung atau diinvestasikan.
“Sebaiknya alokasikan 10 persen untuk tabungan atau investasi, sedangkan sisanya dapat digunakan untuk kebutuhan lainnya,” kata Andy kepada pada Jumat (29/8). Ia menekankan pentingnya penyisihan berkala agar uang tidak cepat habis.
Mulai dengan Reksadana
Andy mengungkapkan bahwa reksadana adalah pilihan investasi yang ideal bagi anak SMA dan mahasiswa, karena terjangkau. “Anda bisa mulai berinvestasi di reksadana dengan modal minimal Rp100 ribu, bahkan ada platform fintech yang menawarkan lebih murah,” paparnya.
Saham dan Emas sebagai Pilihan
Menurut Andy, saham juga dapat menjadi opsi menarik bagi pemula yang ingin berinvestasi. Beberapa saham bisa diperoleh dengan harga lebih terjangkau dibandingkan reksadana. Yang diperlukan hanyalah KTP dan pendaftaran di platform jual-beli saham.