Makna Simbolik dan Kekuatan Kolektif

Dalam perspektif sosiologi, simbol seperti bendera One Piece memiliki makna mendalam. Teori interaksionisme simbolik dari George Herbert Mead dan Herbert Blumer menjelaskan bahwa simbol terbentuk melalui interaksi sosial dan membentuk identitas kolektif.

Sosiolog Alberto Melucci menyebut simbol sebagai alat penting dalam gerakan sosial, yang memungkinkan individu merasa menjadi bagian dari komunitas perjuangan. Sementara itu, teori emosi kolektif dari James Jasper menunjukkan bahwa simbol-simbol tersebut mampu membangkitkan kemarahan, harapan, dan keberanian—elemen kunci mobilisasi massa.

Fenomena serupa terjadi di Amerika Serikat, ketika bendera Meksiko dikibarkan dalam aksi protes terhadap kebijakan anti-imigrasi Presiden Donald Trump. Bagi sebagian demonstran keturunan Meksiko, bendera tersebut menjadi simbol kebanggaan identitas dan solidaritas terhadap sesama imigran.

Di awal 2025, bendera AS yang dikibarkan secara terbalik juga menjadi bentuk ekspresi protes masyarakat terhadap situasi politik. Menurut Newsweek edisi 24 Februari 2025, aksi itu mengacu pada simbol marabahaya yang diatur dalam kode bendera AS, meskipun dalam praktiknya kini digunakan sebagai bentuk kritik sosial. Mahkamah Agung AS pun menyatakan pengibaran bendera dalam bentuk ekspresif seperti itu dilindungi oleh Konstitusi.