Jakarta — Massa aksi di berbagai lokasi bertemu dengan tembakan gas air mata pada hari Jumat (29/8). Apa dampaknya bagi tubuh jika terpapar gas air mata?
Menurut pantauan , di Kwitang, anggota Brimob menembakkan gas air mata sekitar pukul 17.08 WIB. Serangan gas air mata ini menyebabkan para pengemudi Ojol dan warga setempat berlarian untuk menghindar.
Di Surabaya, aparat juga menembakkan gas air mata kepada para peserta aksi di depan Gedung Grahadi. Aksi massa ini sebagai respons terhadap kematian Affan Kurniawan, seorang pengemudi Ojol yang tewas dilindas kendaraan rantis Brimob pada Kamis (28/8).
Dampak pada Tubuh Saat Terkena Gas Air Mata
Meskipun disebut gas, tear gas atau gas air mata terdiri dari bahan kimia padat atau cair yang biasanya digunakan dalam bentuk semprotan atau bubuk.
Menurut Medical News Today, bahan kimia ini bereaksi dengan kelembapan dan mengakibatkan rasa sakit serta iritasi. Gas air mata memengaruhi bagian tubuh yang lembap, seperti mata, mulut, tenggorokan, dan paru-paru.
Awalnya, gas air mata dikembangkan sebagai senjata kimia untuk penggunaan militer. Meskipun penggunaannya dilarang dalam perang, polisi dan personel militer masih menggunakannya untuk membubarkan kerumunan.
Paparan gas air mata dapat menimbulkan berbagai efek, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
1. Mata
Menurut Healthline, berikut adalah efek jangka pendek paparan gas air mata pada mata:
- Mata berair
- Kelopak mata tertutup
- Gatal
- Sensasi terbakar
- Kebutaan sementara
- Penglihatan kabur
- Luka bakar kimia
Dampak jangka panjang: