Ia juga mengkritik klaim mengenai pengerahan kapal selam nuklir, menyebutnya “konyol” jika alasan yang digunakan adalah pemberantasan narkoba.

Sementara itu, Kepala Operasi Angkatan Laut AS, Laksamana Daryl Claude, mengkonfirmasi pengerahan kapal perang di lepas pantai Amerika Selatan. Seorang pejabat AS menginformasikan bahwa terdapat tujuh kapal perang dan satu kapal selam nuklir yang sudah berada atau akan segera tiba di wilayah tersebut, melibatkan lebih dari 4.500 personel, termasuk sekitar 2.200 Marinir.

Operasi ini diluncurkan setelah pemerintahan Donald Trump menuduh Maduro dan pejabatnya terlibat dalam perdagangan kokain. Menjawab langkah tersebut, Venezuela mengerahkan kapal perang dan drone untuk melakukan patroli di garis pantai serta merekrut ribuan anggota milisi guna memperkuat pertahanan nasional.

Pemerintah Venezuela juga telah menurunkan 15 ribu tentara di perbatasan Kolombia untuk menanggulangi perdagangan narkoba dan kelompok kriminal.

Maduro juga mengucapkan terima kasih kepada Kolombia yang mengirim tambahan 25 ribu personel militer ke perbatasan kedua negara untuk melawan “geng narco-teroris,” menurut Kantor Berita Venezuela.

Meskipun AS tidak secara langsung mengancam invasi, Trump sebelumnya menunjukkan tuduhan terhadap geng kriminal, terutama Cartel de los Soles, dengan menyebutnya sebagai organisasi teroris serta menuduh Maduro sebagai pemimpin mereka.