Hasil jajak pendapat juga menunjukkan bahwa 92 persen masyarakat Indonesia menganggap pencegahan penyakit sangat penting. Upaya ini dilakukan melalui pola makan sehat, olahraga teratur, dan konsumsi suplemen kesehatan.

Survei yang melibatkan 9.000 responden pada Mei 2025 ini mencatat bahwa sumber informasi utama mengenai suplemen berasal dari tenaga kesehatan (67 persen), keluarga dan teman (47 persen), serta riset mandiri (31 persen).

Walaupun begitu, masih banyak yang belum memahami risiko konsumsi berlebihan, terutama pada vitamin C dan D. Lebih dari setengah responden tidak mengetahui efek samping yang mungkin terjadi jika kedua vitamin tersebut dikonsumsi secara berlebihan.

“Banyak orang masih ragu dalam membuat keputusan mengenai suplementasi, dengan konsultan medis dianggap sebagai sumber informasi paling terpercaya. Berikutnya adalah media sosial dan informasi dari tempat penjualan,” tambah penelitian tersebut.

Survei ini juga menunjukkan bahwa keputusan masyarakat Indonesia dalam membeli suplemen dipengaruhi oleh rekomendasi dari tenaga kesehatan (51 persen), keamanan dan efektivitas produk (46 persen), serta sertifikasi kualitas (37 persen). Kepercayaan terhadap merek juga menjadi faktor penting, di mana 98 persen responden menyatakan bahwa ini memengaruhi keputusan mereka.