4. Anchoring: Terjebak pada Harga Patokan

Bias terakhir adalah anchoring, yakni kecenderungan untuk melekat pada harga historis sebuah saham sebagai acuan nilai saat ini. Ketika saham pernah berada di harga tertentu, investor berharap harga itu akan tercapai kembali, meski kenyataannya berbeda.

Padahal, waktu terus berjalan dan banyak peluang investasi lain yang mungkin lebih menguntungkan. Namun, karena “tertambat” pada harga patokan, investor enggan melepaskan saham tersebut. Akibatnya, opportunity cost pun meningkat.

Pemahaman terhadap bias emosional sangat penting bagi setiap investor yang ingin mengelola portofolionya dengan bijak. Keputusan finansial seharusnya didasarkan pada analisis rasional, bukan dominasi perasaan. Dengan memahami dan mengendalikan kecenderungan emosional ini, investor bisa menghindari keputusan impulsif yang berisiko tinggi.