Program bansos tersebut awalnya digagas oleh mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, sebagai bentuk tanggap darurat terhadap pandemi COVID-19. Dana sebesar Rp3,65 triliun dari APBD DKI disalurkan dalam bentuk paket sembako kepada masyarakat yang terdampak pandemi.

Dinas Sosial (Dinsos) DKI menunjuk tiga vendor untuk mendistribusikan bantuan, yaitu Perumda Pasar Jaya, PT Food Station, dan PT Trimedia Imaji Rekso Abadi. Dari ketiganya, Perumda Pasar Jaya memperoleh porsi terbesar, yakni Rp2,85 triliun.

Namun, pada 12 Januari 2023, akun Twitter @kurawa mengunggah video yang memperlihatkan tumpukan beras bansos dalam kemasan 5 kg di sebuah gudang sewaan milik Perumda Pasar Jaya di kawasan industri Pulogadung. Sekitar 1.000 ton beras ditemukan menumpuk dalam kondisi tidak layak konsumsi.

“Semua ini berawal dari informasi whistleblower yang mengungkap adanya penimbunan beras bansos tahun anggaran 2020 yang tidak pernah disalurkan,” tulis akun @kurawa.

Temuan di gudang tersebut turut memunculkan pertanyaan besar terhadap peran dan pengawasan PPK Dinsos DKI. Diduga kuat terjadi kelalaian dalam monitoring distribusi bansos hingga menyebabkan kerusakan pada komoditas utama, yakni beras.

Maladministrasi dan Dugaan Manipulasi Dokumen