UMKM Terancam, PPEI Dorong Kebijakan Berbasis Ilmiah
Ketua Umum PPEI, Daniel Boy Purwanto, menegaskan bahwa polemik tarif cukai ini bukan hanya sekadar persoalan fiskal. Ia mendorong penyusunan regulasi berbasis riset dan pendekatan ilmiah.
Purwanto mengacu pada hasil riset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), yang menunjukkan bahwa kandungan zat berbahaya dalam rokok elektrik jauh lebih rendah dibandingkan dengan rokok konvensional.
“Meski tidak sepenuhnya tanpa risiko, rokok elektrik memiliki kandungan toksik yang jauh lebih rendah. Ini bisa menjadi alternatif risiko yang lebih rendah bagi perokok dewasa jika diatur dengan ketat dan bertanggung jawab,” jelasnya.
Melalui forum diskusi ini, PPEI berharap hasil kajian dapat menjadi bahan masukan penting bagi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai serta Badan Kebijakan Fiskal (BKF) dalam menyusun kebijakan fiskal yang lebih adil, inklusif, dan mendukung keberlangsungan industri lokal.
“Industri vape bukan hanya soal bisnis, tapi bagian dari ekosistem ekonomi kreatif yang menggerakkan banyak rantai pasok, mulai dari produksi hingga ritel,” tutup Purwanto.


