Gagasan Tatanan Dunia Baru

Megawati mengutip pidato Presiden Soekarno di Sidang Umum PBB 1960 berjudul “To Build the World Anew” sebagai inspirasi untuk menyerukan tatanan dunia baru yang berlandaskan kemanusiaan, bukan kekuasaan.

“Dunia baru yang beliau maksud bukan ditentukan oleh siapa yang paling kuat, melainkan oleh siapa yang paling beradab,” ujarnya.

Ia menyebut nilai-nilai Pancasila sebagai falsafah yang relevan untuk dunia saat ini. Lima sila Pancasila, menurut Megawati, merupakan fondasi moral universal yang menolak dominasi, kekerasan, dan ketidakadilan.

“Presiden Soekarno percaya bahwa jika kita ingin menyelamatkan dunia dari kehancuran, kita harus menyusun ulang tatanan dunia ini dari dasar, bukan hanya menambalnya. Fundamen itu, bagi bangsa kami, adalah Pancasila yang nilai-nilainya juga bersifat universal,” ungkapnya.

Megawati mengusulkan lahirnya deklarasi global bertajuk “Piagam Masa Depan Bersama”, yang berisi nilai-nilai kemanusiaan universal sebagai panduan etika bagi bangsa-bangsa untuk membangun peradaban dunia yang damai.

Ia juga menyebutkan lima prinsip utama piagam tersebut: penghormatan keberagaman budaya, penegakan martabat dan kebebasan manusia, keseimbangan pembangunan material dan spiritual, tanggung jawab menjaga bumi dan perdamaian, serta penolakan eksploitasi dan kekerasan.

“Kita harus tetap optimistis bahwa sejarah bisa kita ubah asalkan kita berdiri di atas kebenaran dan keadilan,” tutup Megawati.