Provinsi Jambi yang terletak di jantung Pulau Sumatera, terus bergerak maju di bawah kepemimpinan Gubernur saat ini. Dalam 100 hari pertama masa kepemimpinan, publik mulai memperhatikan langkah-langkah yang diambil dan menilai kebijakan yang diterapkan. Meskipun periode ini relatif singkat, momentum tersebut sangat penting sebagai penentu arah, strategi, dan komitmen pemerintah. Kepemimpinan bukan sekadar jabatan administratif, melainkan sebuah mandat sejarah yang datang dari kepercayaan rakyat.
Di bawah kepemimpinan Gubernur Jambi Dr. H. Al-Haris, S.Sos., M.H., Provinsi Jambi memasuki fase baru dengan semangat yang lebih segar dalam tata kelola pemerintahan, pembangunan daerah, serta pelayanan publik yang lebih merata. Dengan tantangan geografis yang kompleks, disparitas antar wilayah, serta dinamika sosial ekonomi yang terus berkembang, Provinsi Jambi membutuhkan seorang pemimpin yang bukan hanya visioner, tetapi juga mampu mengimplementasikan kebijakan secara efektif.
Melanjutkan Jambi Mantap Jilid 2, dengan visi baru: “JAMBI MANTAP, BERDAYA SAING, DAN BERKELANJUTAN”. Di bawah kepemimpinan Dr. Al-Haris, 100 hari pertama masa jabatan di tahun 2025 ini bukanlah waktu yang cukup untuk menilai seluruh keberhasilan, namun cukup untuk mengidentifikasi arah, niat, dan komitmen yang jelas. Dalam periode singkat ini, masyarakat Jambi telah merasakan perubahan signifikan, dengan langkah pemerintahan yang tidak hanya berkelanjutan tetapi juga bergerak lebih cepat dan lebih strategis.
Meningkatkan Keberlanjutan Pembangunan Jambi
Pada periode pertama (2021-2024), fokus utama pembangunan adalah pada infrastruktur dasar, tata kelola pemerintahan, dan penguatan layanan publik. Kini, di 100 hari pertama periode kedua, Gubernur Al-Haris menunjukkan konsistensi dalam arah kebijakan: melanjutkan program-program yang sudah berjalan baik, mengoreksi hal-hal yang belum optimal, serta menambahkan dimensi baru dalam visi “JAMBI MANTAP, BERDAYA SAING, DAN BERKELANJUTAN”.
Program-Program Prioritas 100 Hari Gubernur Jambi
Dalam kurun waktu 100 hari pertama kepemimpinan Gubernur Jambi, sejumlah program telah dilaksanakan untuk mendorong pembangunan dan kesejahteraan masyarakat, antara lain:
-
Sinergi Perencanaan Pusat, Provinsi, dan Kabupaten/Kota, dengan dilaksanakannya Musrenbang RPJMD 2025-2029.
-
Optimalisasi Penerimaan Pajak Daerah melalui sinergi dengan Kabupaten/Kota.
-
Pembukaan layanan pengaduan masyarakat melalui aplikasi digital “LAPOR WAKDUL” (Wo Haris dan Pak Dul).
-
Peningkatan Produktivitas Lahan Pertanian, termasuk luas tambah tanam padi untuk mendukung Lumbung Pangan Desa.
-
Program Bedah Rumah untuk penanggulangan kemiskinan ekstrem.
-
Program Magang ke Jepang bagi pemuda Jambi.
-
Pelatihan Life Skill untuk Milenial dan Gen Z.
-
Mudik Gratis pada Lebaran tahun 1446 H.
-
Operasi Pasar Murah untuk meringankan beban masyarakat.
-
Ketahanan Bencana dan Tanggap Darurat.
-
Program Makan Bergizi bagi ibu hamil, bayi, dan balita.
-
Pengurangan Kemiskinan melalui Graduasi PKH, dengan lebih dari 100.000 orang berhasil keluar dari garis kemiskinan.
-
Pelayanan Haji bagi jemaah haji asal Jambi dengan anggaran 32 Miliar.
-
Realisasi Dana BKBK Desa untuk 1.585 desa dan kelurahan.
-
Peningkatan Kompetensi Pendidikan melalui Kemitraan Vokasi.
-
Program PARTISUN: Pejabat Tidur di Dusun.
Apresiasi untuk Program “PARTISUN”
Salah satu program yang patut mendapatkan perhatian besar adalah “PARTISUN”, yang mengusung konsep “Pejabat Tidur di Dusun”. Ini merupakan langkah inovatif yang dilakukan oleh Gubernur Jambi untuk membangun kedekatan antara pemerintah dan masyarakat. Program ini tidak hanya simbolik, tetapi merupakan upaya nyata untuk lebih memahami kebutuhan rakyat di daerah terpencil.
Dengan tinggal di rumah warga, para pejabat dapat langsung merasakan bagaimana kehidupan sehari-hari masyarakat yang mungkin terpinggirkan oleh sistem pemerintahan yang terlalu jauh dari kenyataan mereka. Pendekatan ini memperkuat empati, mempercepat pengambilan kebijakan, dan membuka ruang dialog yang lebih transparan antara pemerintah dan masyarakat.
Program ini mengubah paradigma kepemimpinan, dari yang semula elitis menjadi lebih membumi dan empatik. Dalam jangka panjang, pendekatan semacam ini dapat menjadi model pembangunan yang lebih manusiawi dan efektif.
Transformasi Kepemimpinan di Jambi
Program “Pejabat Tidur di Dusun” bukan sekadar pengalaman pribadi para pejabat, tetapi merupakan transformasi budaya dalam pemerintahan. Ini adalah upaya untuk memastikan bahwa kebijakan yang diambil bukan hanya berdasarkan data, tetapi juga berdasarkan pengalaman langsung yang mendalam tentang kehidupan rakyat.
Dengan komitmen yang kuat terhadap pembangunan berkelanjutan dan kesejahteraan rakyat, Gubernur Jambi, Dr. H. Al-Haris, telah menunjukkan kapasitasnya sebagai pemimpin yang tidak hanya mendengar, tetapi juga turun langsung ke lapangan untuk memecahkan masalah.
Kesimpulan
Meskipun 100 hari pertama merupakan waktu yang relatif singkat, namun Gubernur Jambi telah menunjukkan kualitas kepemimpinan yang bisa menjadi dasar untuk masa depan yang lebih cerah bagi Provinsi Jambi. Kepemimpinan yang didasarkan pada kesejahteraan rakyat, pemahaman lapangan, dan strategi pembangunan berkelanjutan adalah fondasi yang kuat untuk mengatasi tantangan-tantangan masa depan.
Seratus hari ini hanyalah permulaan dari perjalanan panjang menuju Jambi yang lebih maju, berdaya saing, dan berkelanjutan. Pemerintah Provinsi Jambi terus bekerja untuk memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk masa depan yang lebih baik bagi seluruh masyarakat Jambi.
Fahmi Rasid
Akademisi Universitas Muhammadiyah Jambi
Doktor Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM)


