GMKI Cabang Jambi menolak narasi keliru yang menyebut Papua sebagai “tanah kosong.” Narasi ini adalah bentuk kekerasan struktural terhadap masyarakat adat dan budaya lokal. Sebaliknya, kami menegaskan:

  1. Papua adalah tanah kehidupan.
  2. Raja Ampat adalah rumah bagi manusia dan alam yang hidup berdampingan secara harmonis.
  3. Tanah Papua bukan objek eksploitasi, melainkan subjek yang berdaulat.
  4. Narasi “tanah kosong” harus dilawan, karena menghilangkan jejak keberadaan masyarakat adat dan memberi ruang bebas kepada kapitalisme eksploitatif untuk merampas ruang hidup mereka.

Seruan Moral dan Tuntutan GMKI Cabang Jambi

Sebagai wujud tanggung jawab iman dan nasionalisme ekologis, GMKI Cabang Jambi menyerukan:

  • Penghentian segera seluruh aktivitas pertambangan nikel di Raja Ampat, serta audit menyeluruh terhadap dampak lingkungan dan sosial yang telah ditimbulkan.
  • Perlindungan dan pemulihan kawasan konservasi Raja Ampat sebagai warisan dunia dan milik generasi mendatang.
  • Penghormatan penuh terhadap hak-hak masyarakat adat Papua, termasuk hak atas tanah ulayat dan partisipasi bermakna dalam proses pembangunan.
  • Pemberlakuan model pembangunan berbasis komunitas dan kelestarian lingkungan, bukan berbasis eksploitasi sumber daya alam.

GMKI Cabang Jambi berdiri bersama masyarakat adat Papua dan semua pihak yang memperjuangkan keadilan ekologis dan hak atas tanah. Kami percaya, menjaga Raja Ampat bukan hanya soal menyelamatkan lingkungan, tetapi juga memperjuangkan martabat manusia dan masa depan bangsa.