“Kami melakukan diskusi dan meminta pendapat dari seorang pakar hukum terkait pencemaran Sungai Batang Bungo oleh PETI. Kami ingin memahami bagaimana hukum melihat permasalahan ini, aturan-aturan apa saja yang telah dilanggar oleh para pelaku,” tegas Ziqri. Lebih lanjut, ia menyampaikan apresiasi atas respons positif dan dukungan yang diberikan oleh Dr. Nirmala Sari terhadap gerakan yang mereka inisiasi.
Semangat persatuan dan kegigihan aliansi pemuda dan mahasiswa ini patut diacungi jempol. Ziqri menekankan bahwa soliditas tim, yang terdiri dari berbagai organisasi kepemudaan dan mahasiswa, menjadi modal penting dalam perjuangan ini.
“Alhamdulillah, aliansi mahasiswa dan pemuda Bungo ini kompak, tidak ada yang mundur. Sesuai dengan konsep awal,” ujarnya penuh semangat.
Harapan besar disematkan pada pandangan hukum yang disampaikan oleh akademisi. Ziqri berharap, dengan pemahaman yang lebih mendalam mengenai celah-celah hukum yang dilanggar, tim aliansi akan semakin mantap dalam menentukan arah dan tujuan perjuangan mereka, serta menemukan cara yang efektif untuk menanggulangi dampak buruk PETI.
Senada dengan itu, salah satu anggota aliansi, Habibi, menyerukan, “Kita rapatkan barisan dan terus kawal sampai tutas.”



