Namun, di balik keindahan bulan ini, tantangan besar datang, terutama dengan maraknya tindak kejahatan seperti peredaran narkoba, minuman beralkohol, geng motor, judi online dan kenakalan remaja di area kota jambi yang kian marak menjelang Ramadhan. Keberadaan tempat hiburan yang dekat dengan pusat kegiatan keagamaan dan objek wisata menjadi kontradiksi yang harus dihadapi bersama.
Ketua Kebijakan Publik KAMMI Kota Jambi, Azizul Putra, ketika diwawancara menegaskan bahwa Ramadhan adalah interpretasi kebersamaan dan kemuliaan, dan itu hanya bisa terwujud jika semua elemen saling mendukung. KAMMI menilai bahwa sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan aparat keamanan menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas sosial selama Ramadhan.
“Kami mendorong Kapolresta Jambi serta jajaran dibawahnya untuk meningkatkan patroli pengawasan atau mendirikan pos-pos di lokasi yang rawan kejahatan, seperti kawasan balap liar dan geng motor, tempat hiburan malam, titik rawan narkoba serta memastikan mobilitas dan keamanan di jalan raya yang rawan kecelakaan. Pengawasan yang ketat dan transparan adalah langkah fundamental untuk menciptakan rasa aman di tengah masyarakat,” ujar Azizul.
KAMMI Kota Jambi juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga keamanan dan kenyamanan selama Ramadhan. “Mari kita bersama-sama aktif mengawasi lingkungan sekitar, melaporkan segala bentuk pelanggaran, dan mengutamakan kebersamaan dalam menjaga harmoni sosial,” tambahnya.


