Jambi – Hari ini aliansi mahasiswa Jambi simpang BI memanggil, demo penolakan rencana pengesahan revisi UU Pilkada yang mengabaikan putusan MK berlangsung di Gedung DPRD Provinsi Jambi, Jumat (23/8).

Mereka sempat dorong-dorongan dengan aparat keamanan, demi memasuki Gedung DPRD Provinsi Jambi, tetapi diadang aparat bertameng.

“Kami ingin menyelamatkan demokrasi di negara ini terkhusus provinsi Jambi dari oligarki. Seharusnya polisi mengawal kami, bukan menghadang,” kata Armando, salah satu mahasiswa ketika berorasi di hadapan barisan polisi di depan DPRD Jambi, Jumat sore.

Bukan hanya diadang, mahasiswa juga ditembak water cannon oleh polisi. Sebagian mahasiswa pun dipukul dan terseret di tengah kericuhan.

“Saya sendiri sempat terjatuh hingga mendapat pertolongan dari teman-teman, dada saya masuk siku dan sepatu pantofel sehingga saya juga mengalami sesak nafas akibat tindakan represif dari aparat kepolisian. Kurang lebih ada belasan orang, teman-teman kita yang kena pentungan serta sepakan yang keras. Ada kepala yang berdarah. Ada yang jatuh dan terseret juga hingga mengalami luka-luka.” ujar Armando kepada wartawan.

Armando mengatakan seharusnya polisi menjadi pelindung mahasiswa ketika berdemo.