Klarifikasi Kepolisian Terkait Video Viral Razia di Pidie: Memahami Fakta di Balik Kontroversi

Sebuah video yang menjadi viral di media sosial menggambarkan kegiatan razia oleh sejumlah polantas Polres Pidie yang disebut-sebut untuk mencari uang. Rekaman tersebut menimbulkan kehebohan di platform TikTok setelah diunggah oleh berbagai akun. Namun, apa yang sebenarnya terjadi di balik video tersebut?

Peristiwa419 Dilihat

Dalam video yang tersebar luas tersebut, seorang wanita merekam momen razia polantas dan mengklaim bahwa razia tersebut bertujuan untuk mencari uang.

“Ini razia cari duit, siapa yang mau bayar baru lepas, kalau tidak, akan diambil dan disita kunci mobilnya, ini di daerah Blang Malu, Pidie,” terdengar suara perempuan itu berbicara sambil merekam.

Rekaman tersebut menampilkan sejumlah polantas yang sedang melakukan razia di daerah Blang Malu, Pidie. Wanita tersebut juga mengeluhkan perlakuan kasar dari anggota polisi karena menurutnya surat izin mengemudi (SIM) dan surat tilang tidak diberikan dengan alasan SIM sudah habis masa berlakunya.

“Diambil kunci-kuncinya, kalau kita minta surat tilang, tidak dikasih surat tilang karena SIM mati,” ujar perempuan itu.

Kapolres Pidie, AKBP Imam Asfali, ketika dikonfirmasi pada Rabu (22/05/2024) mengenai video tersebut menyatakan bahwa pihaknya sedang melakukan klarifikasi terkait kegiatan razia tersebut.

“Kita sedang menunggu proses klarifikasinya, karena belum sampai kepada saya,” kata Imam.

Menurutnya, razia dilakukan sebagai bagian dari upaya untuk menekan angka kecelakaan lalulintas di daerah tersebut. Razia tersebut juga telah dilengkapi dengan surat perintah dan papan penanda razia.

“Itu razia resmi dan bahkan ikut diawasi personil propam Polres Pidie, karena kita berupaya menekan angka kecelakaan lalulintas,” ujar Imam.

Meskipun demikian, Kapolres menegaskan bahwa beberapa klaim yang dibuat oleh perekam video tidak sesuai dengan fakta yang ditemukan oleh pihak kepolisian. Misalnya, masa berlaku SIM yang ternyata sudah habis hampir satu tahun, serta status pajak kendaraan. Pihak kepolisian akan terus melakukan klarifikasi untuk mendapatkan informasi yang akurat mengenai kejadian tersebut.

“Pengakuannya kan dua hari, ternyata SIM-nya sudah mati (habis masa berlaku) hampir satu tahun atau 11 bulan kalau tidak salah dan STNK juga, meski begitu kita tetap akan melakukan klarifikasi, supaya kita mendapatkan kebenarannya,” ujar Imam.

Dengan demikian, sementara video tersebut telah menimbulkan kontroversi, proses klarifikasi sedang berlangsung untuk memahami dengan lebih baik apa yang sebenarnya terjadi selama razia tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *