Lima diantaranya dimiliki oleh Rizal Senangsah, yang tak lain adalah saudara Andi Senangsyah, Direksi PT SDM. Data MOMI KESDM mencatatkan, Rizal Senangsyah merupakan pemegang 99% saham PT Batu Hitam Sukses (BHS), PT Batu Hitam Jaya (BHJ), PT Bumi Bara Makmur Mandiri (BBMM), PT Kurnia Alam Investama (KAI) dan PT Alam Semesta Sukses Batu Bara (ASSB).

“Maka hari ini kita nyatakan kantor Inspektorat ini tidak bermanfaat, maka kita tutup. Di Jambi kalau bisa bubarkan saja, tidak ada manfaatnya karna dia seperti preman saja. Datang melihat tambang pergi,” kata Feri Irawan.

Dibalik semua persoalan tambang batu bara di Provinsi Jambi, Inspektur Tambang dinilai tak berguna. Padahal posisinya sebagai polisi di sektor tambang dianggap sangat sentral.

“Tapi dia tidak pernah muncul. Jadi seperti siluman, titipan dari pusat,” ujarnya.

Terhadap segala persoalan lingkungan dan juga tergusurnya ruang hidup masyarakat. Feri menilai masalah ini tak lepas dari tanggungjawab Inspektur Tambang dalam melakukan pengawasan.

Namun karena mereka tidak pernah tampak menjalankan fungsinya. Direktur Perkumpulan Hijau itu menyampaikan sejumlah tuntutan langsung kepada Presiden Joko Widodo yang akan tiba di Jambi, Selasa 2 April besok.