Perjalanan “Jerat Zikir”

Daerah2173 Dilihat

DETAIL.ID, Merangin – Bagi seniman, melahirkan karya menjadi sebuah keharusan, tetapi prosesnya terkadang tergantung pada mood dan juga inspirasi yang melintas di otak seniman. Begitu juga dengan karya masterpiece” jerat zikir” yang dilahirkan pelukisnya Alhendra Daulay atau yang akrab disapa Ucok, begitu kuat dan penuh makna bagi yang melihatnya.

Karya lukisan yang begitu indah, penuh dengan gradasi warna, tarikan kuas lukis meliuk-liuk dengan indah di antara kanvas putih menjelma karya yang maha dahsyat. Terbukti dengan dipamerkan di beberapa even pameran lukisan di tanah air.

Jerat zikir, bagi Ucok memiliki makna tersendiri. Bagi pria baruh baya ini bisa mengawali lahirnya karyanya dengan ketenangan dan keheningan batinya, berikut kisahnya.

Mana pernah kita tahu apa yang Tuhan rencanakan untuk kita makhluknya. Pagi ini, dan sudah beberapa kali pagi bertanya pada diri sendiri pada Tuhan. Bagaimana dan ke mana harus diceritakan semua.

Saya dan beberapa pelaku seni dari Kabupaten Merangin pun ikut memajang karya, berpameran bersama di sana.

Saya membawa 4 lukisan berukuran lumayan besar. Lukisan Tiga Anak Kubu, lukisan Bunga Mawar, lukisan Kerbauku (Alhamdulillah sudah dipinang oleh Taufik Khaldi Kasatpol PP Tebo) dan lukisan Jerat Zikir, lukisan yang pernah lolos kurasi untuk dipamerkan di Galeri Nasional Indonesia di Jakarta pada tahun 2017 lalu. Dan, satu-satunya utusan dari Provinsi Jambi, orang Bangko (Kabupaten Merangin).

Dan pagi ini, akhirnya Tuhan menjawab semuanya. Tujuh tahun lukisan “Jerat Zikir” berkelana. Berpameran di Galeri Nasional Indonesia di Jakarta, berpameran di Hotel Novotel Jambi pada pameran PALAMJAMBE, dan dipamerkan pula di pameran seni rupa di Tebo.

“Jerat Zikir” yang menurut saya “sesuatu ” itu akhirnya pagi ini bertemu dengan jodohnya. Riyadi dengan bangga meminangnya.

Lukisan “Jerat Zikir” sejak saya amati ketika dipamerkan di Tebo cukup menyentuh hati saya, menggugah perasaan saya, kelak saya akan meminangnya.

“Entah kenapa, pagi ini, orang yang pertama saya chat adalah Alhendra Dy, teman pelukis yang berdomisili di Bangko Kabupaten Merangin, sepertinya Tuhan yang telah menuntun saya,” tuturnya pada Selasa, 30 Januari 2024.

“Ah ternyata benar, inilah kekuatan yang Allah selipkan dari berkahnya sebuah silaturahmi, meskipun hanya lewat WhatsApp” ujarnya.

“Akan saya pajang di ruangan saya,” tuturnya.

Ada yang ingin saya sampaikan, ada kabar baik pagi ini. Bahwa kita berusaha saja, ada atau tidak hasilnya itu Tuhan yang atur. Jangan pernah berburuk sangka atau pesimis dengan perjuangan hidup ini. Tuhan telah mengatur segalanya, pertemuan, jodoh, rezeki dan maut. Dan nilai hanyalah sebuah angka-angka, sedangkan persahabatan dan rasa kasih di atas segalanya.

Pagi ini, masih dalam kegelisahan yg sama seperti pagi-pagi kemarin, sahabat saya, Ahmad Riyadi Pratama SH MH (Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Tebo) komen di status WhatsApp saya, pada foto anak-anak sanggar seni Rumah Kreativ Merangin sedang berlatih menggambar dan melukis.

Akhirnya, bertegur sapalah kami. Saling berbagi kabar dan bercerita di seputaran Rumah Seni Presisi yang sampai sekarang ini masih membuka galerinya berupa pameran lukisan. Pameran yang digelar awal Desember lalu. Karena masyarakat Tebo masih antusias makanya pameran ini masih tetap dibuka. Itu yang dikatakan Syahrial (Ketua Rumah Seni Budaya Tebo).

“Terima kasih Abang Riyadi, saya sangat terharu dan bahagia sekali pagi ini. Semoga persahabatan ini diridhoi dan yang kita lakukan menjadi berkah,” ucapku mengakhiri dialog kami.

Alhamdulilah. Lalu nikmat Allah yang mana lagi yang engkau dustakan?

Mari tetap terus berkarya dan berikhtiar dengan jalan hidup yang telah kita pilih. Istiqomah dan pasrahkan kepada zat yang telah mengatur segalanya.

Reporter: Daryanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *